SEMINAR INTERNASIONAL SASTERA INDONESIA-MALAYSIA (SISIM) 2014

SEMINAR INTERNASIONAL SASTERA INDONESIA-MALAYSIA (SISIM) 2014
“Diskusi dan Apresiasi Karya Milik Bersama”
Jogjakarta, 10 – 12 November 2014

TEMA: Diskusi dan Apresiasi Karya Milik Bersama.

TARIKH: Isnin 10 November – Rabu 12 November 2014.

PENGANJUR

• Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Gajah Mada (UGM), Jogjakarta, Indonesia.
• Persatuan Aktivis e-Sastera, Malaysia (E-SASTERA).www.aktiviseSastera.com.
• Persatuan Editor, Malaysia (PEM) (Cadangan).

PENGURUS ACARA

• Esastera Enterprise (eSe), Kuala Lumpur, Malaysia.
• Isastera Enterprise (iSe), Kuala Lumpur, Malaysia.
• E Sastra Management Enterprise (EsMe Indo), Jakarta, Indonesia.

YURAN PENYERTAAN (Untuk Peserta Malaysia)

Setiap peserta dikenakan yuran seminar seperti yang berikut:
• RM850 (bilik berdua) / RM990 (bilik seorang)
Yuran merangkumi:
• kehadiran di seminar / kertas kerja
• kos darat (ground cost) di Jogjakarta
Bayaran yuran hendaklah dibuat kepada salah satu daripada akaun yang berikut:
• Esastera Enterprise, CIMB, Nombor akaun: 8000667484
• Isastera Enterprise, Maybank, Nombor akaun: 5648-0100-8889

HUBUNGI KAMI (Untuk Peserta Malaysia)

Untuk mendaftar sebagai peserta (tarikh tutup: 10.10.2014) atau untuk sebarang pertanyaan, sila hubungi:
• Esastera Enterprise (Puan Ilya; Telefon: 019-2550599)

LOGISTIK (Untuk Peserta Malaysia)

Pengangkutan (a) datang dari lapangan terbang ke hotel dan (b) pulang dari hotel ke lapangan terbang adalah disediakan untuk penerbangan-penerbangan yang berikut:
• Penerbangan pergi KL-Jogjakarta: Penerbangan AirAsia AK 346, 10.11.2014 @ 12.00 tengah hari.
• Penerbangan pulang Jogjakarta-KL: Penerbangan AirAsia AK349, 12.11.2014 @ 5.20PM
Bagi mereka yang ingin pergi lebih awal atau pulang lebih lewat, sila ambil penerbangan yang sesuai dengan keperluan sendiri tetapi pihak Urusetia Seminar tidak akan menguruskan logistik dan program di luar tempoh seminar. Namun kami sedia membantu dari segi tempoh tinggal di bilik hotel yang diduduki semasa tempoh seminar.
………………………………………………….

TENTANG SEMINAR

Sebagai bangsa serumpun, dengan banyak persamaan budaya, terutama bahasa Melayu, Malaysia dan Indonesia memiliki ikatan batin yang erat. Dalam bidang sastera, hal ini tak bisa disangkal, tampak jelas adanya keterikatan itu.
Dalam perkembangannya selama satu dasawarsa (10 tahun) belakangan ini, hubungan budaya dua negara mengalami pasang-surut yang lebih banyak diwarnai oleh aspek politik.
Sastera, sebagai bahagian dari budaya suatu bangsa, memiliki peranan unik dalam hubungan dua serumpun itu. Meski perkembangan sastera yang ada tidak sama, sesuai dengan kondisi sosio-politik masing-masing negara, tapi tautan budaya tak bisa dielakkan. Karya beberapa sasterawan Indonesia sudah tak asing lagi di Malaysia, seperti WS Rendra, Sapardi Djoko Damono, dan HAMKA. Beberapa karya lainnya dalam bentuk musik, filem, dan novel juga sudah dikenal oleh masyarakat Malaysia.
Bagaimana dengan karya sasterawan Malaysia, yang pada hakikatnya menunjukkan kemajuan bererti, bahkan pada aspek lain lebih baik dari sasterawan Indonesia? Kenyataan yang ada, karya sasterawan Malaysia belum banyak dikenal, meski perkembangannya pesat, sebut saja sastera siber atau e-sastra.

II. Milik Bersama
Salah satu upaya untuk meningkatkan hubungan dua bangsa adalah melalui karya sastera penulis Malaysia, yang dipasarkan di Indonesia, dengan terjemahan ke bahasa Indonesia. Langkah ini memang tak sekali gus akan mampu merangkul, dan lebih membuka mata masyarakat Indonesia akan kualiti penulis Malaysia. Namun, upaya ini jelas suatu terobosoan besar, yang akan memiliki dampak positif pada masa akan datang.
Tak hanya itu, langkah untuk menerobos pasar Indonesia juga memiliki makna besar, yakni menjadikan karya sastera sebagai milik bersama (sepunya).
Salah satu karya yang diharapkan mampu menjadi titian atau jambatan ke arah itu ialah novel “Meja 17” yang ditulis oleh Irwan Abu Bakar, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh eSMe (E Sastra Management Enterprise).
Hadirnya “Meja 17” ini mendapat sambutan bagus. Hal ini tampak dari tawaran sasterawan dan akademisi di Jogjakarta untuk mengundang si penulis dalam suatu aktiviti yang diberi tajuk “Seminar Sastera Indonesia – Malaysia: Diskusi dan Apresiasi Karya Milik Bersama”. Selain itu juga dari Rumah Budaya Tembi, Jogjakarta yang akan menampilkan sebahagian dari novel “Meja 17” dalam bentuk teaterikal.
Kedua-dua aktiviti itu diselenggarakan oleh eSastera Malaysia dan E Sastra Management Enterprise (EsMe) Indonesia, yang memiliki hubungan baik dengan FIB UGM dan Rumah Budaya Tembi.

III. Program

• DISKUSI NOVEL DI UGM. Majlis diskusi karya diselenggarakan (anjuran) oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (FIB UGM), sebuah fakultas yang sudah dikenal luas melahirkan akademisi terkemuka di bidang sastera, yang akan membahas novel Meja 17 dari aspek sosiologi sastera. Tampil sebagai pembahas ialah sasterawan terkenal Malaysia, Dr. Lim Swee Tin serta Prof. Dr. Faruk, dosen ahli sastera tentang Malaysia dari UGM.

• APRESIASI PUISI DAN TEATER DI RUMAH BUDAYA TEMBI. Majlis apresiasi sastera akan diselenggarakan oleh Rumah Budaya Tembi, sebuah tempat apresiasi budaya dan seni yang terkemuka di Yogyakarta. (a) Novel Meja 17 akan ditampilkan dalam bentuk teaterikal, mengambil cerita dari salah satu bab yang ada, oleh grup teater Yogyakarta. (b) Di samping itu, diadakan pelancaran buku puisi-dan-ulasan berjudul “Peneroka Malam” yang dihasilkan penulis Malaysia dan Indonesia diikuti acara baca puisi dari buku tersebut. (c) Acara di Rumah Budaya Tembi itu juga menampilkan pertemuan dua grup musik yang akan menampilkan lagu puisi, yakni Grup Lagu Puisi (GLP) dari E-SASTERA Malaysia dan grup dari Makassar, Sulawesi Selatan.

• APRESIASI SENDRATARI RAMAYANA DI CANDI PRAMBANAN. Sasterawan dan akademisi Malaysia akan menonton salah satu karya sastera yang sudah terkenal di dunia, yakni kisah dari Ramayana. Acara ini ditampilkan dalam bentuk tarian yang mengambil salah satu bahagian dari kisah tersebut, dimainkan di pelataran Candi Prambanan. Sendratari Ramayana, begitu disebut, sudah dikenal luas di dunia, dan pada Oktober 2012 mendapat penghargaan rekor dunia Guinness World Records sebagai pentas tari kolosal yang paling banyak melibatkan penari sekali gus paling lama dan rutin dimainkan, yakni sejak tahun 1961 hingga 2012. Aktor Charlie Chaplin yang pernah menyaksikan tarian ini pada 26 Agustus 1961 mengatakan, ”Bila dunia tahu akan Festival Ramayana ini, para pengunjung tentu akan datang berbondong-bondong ke Indonesia. Akan saya ceritakan kepada dunia, bahwa di Jawa Tengah terdapat kesenian yang mengagumkan yang membuat saya amat terkesan.”

• JELAJAH PUISI KE KAKI MERAPI DAN BOROBUDUR. Para peserta akan melakukan aktiviti menjelajah ke kaki gunung Merapi dan candi Borobudur untuk menggarap dan membaca puisi.

IV. Pemakalah
• Prof. Dr. Faruk Tripoli, S.U., Universitas Gajah Mada, Jogjakarta, Indonesia.
• Dr. Lim Swee Tin, Kuala Lumpur, Malaysia.

V. Peserta
Seminar ini adalah terbuka kepada semua peminat sastera Melayu, terutamanya:
• Penulis
• Ahli akademik
• Pelajar sastera peringkat siswazah dan pasca-siswazah

…………………………………………..

BUTIR-BUTIR PEMAKALAH

-Prof. Dr. Faruk Tripoli, Indonesia
Lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 10 Februari 1957. Beliau adalah pakar di bidang ilmu budaya serta guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia merupakan pengajar Fakultas Ilmu Budaya yang secara resmi mendapatkan persetujuan dari Mendiknas sebagai profesor pada Jun 2008.
Pendidikan Prof. Faruk bermula di sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas ia selesaikan di kota kelahirannnya. Setelah lulus SMA, ia ke Yogyakarta untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan, UGM, dan lulus tahun 1981. Tahun 1985 ia melanjutkan program S-2 di Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 1988. Kemudian, melanjutkan program S-3 juga di Fakultas Pascasarjana UGM dan lulus tahun 1994.
Pengalamannya sebagai dosen dimulai dengan tugasnya sebagai asisten ahli madya di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, tahun 1983-1985. Pada tahun 1986 hingga sekarang, ia menjadi dosen di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM. Ia diangkat menjadi Guru Besar di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, tahun 2009.
Selain menjadi dosen di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, Prof. Faruk juga pernah mengajar di Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korena Selatan (2007-2009) serta aktif melakukan penelitian (1998-2009). Prof. Faruk juga sering tampil sebagai pemakalah, narasumber, dan penanggap dalam kegiatan ilmiah, baik bahasa, sastra, maupun budaya.
Jabatan yang pernah diembannya pejabat sementara Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2000-2001), Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2001-2003), pejabat sementara Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2003-2005), dan Kepala Program Studi Ilmu Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, UGM (2011-sekarang).

-Dr. Lim Swee Tin, Malaysia
Lahir di Kelantan, Malaysia pada tahun 1952, Dr. Lim mendapat latihan sebagai guru di Maktab Perguruan Persekutuan, Pulau Pinang, 1972-73. Selepas itu, bertugas sebagai guru di beberapa buah sekolah di Kelantan. Pada 1988-92, beliau melanjutkan pengajian di Universiti Pertanian Malaysia (UPM) bagi ijazah Sarjana Muda Pendidikan Pengajaran Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Pertama. Kemudiannya, meneruskan perkhidmatan sebagai guru di Negeri Sembilan dan Selangor. 1996-99, melanjutkan pelajaran bagi ijazah Sarjana Sastera Kesusasteraan Melayu dan 2000-05, meneruskan pengajian PhD Kesusasteran Melayu. Sejak Disember 2000, beliau berkhidmat sebagai pensyarah di Fakulti Bahasa Moden Dan Komunikasi, UPM.
Dr. Lim melibatkan diri secara bersungguh-sungguh dalam lapangan kesusasteraan Melayu dengan menulis puisi, cerpen, novel, dan esei kritikan sastera serta turut mengendalikan kursus pemantapan bahasa Melayu dan penulisan kreatif kepada pelajar dan guru di Malaysia dan Singapura.
Pada tahun 2000, beliau dianugerahkan SEA Write Award oleh Kerajaan Diraja Thailand. Sebelum itu, beliau telah memenangi 25 hadiah kesusasteraan di Malaysia. Setakat ini, Dr. Lim telah menghasilkan kira-kira 60 buah buku kreatif dan nonkreatif secara perseorangan selain karya-karya ecerannya turut terkumpul dalam lebih 100 buah antologi bersama. Di sampng itu, beliau telah membentangkan ratusan kertas kerja, di dalam dan di luar negara.
Kini memegang jawatan dalam pelbagai organisasi sastera dan pendidikan milik pemerintah dan swasta, termasuk DBP, ASWARA, dan MASTERA serta menganggotai panel pemilih penerima SEA Write Award (Malaysia) dan Panel Hakim Hadiah Sastera Perdana (HSPM).

(Brosur dikemaskinikan pada: 24.9.2014)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s